Sabtu, 17 November 2012

Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia


 - Asuransi merupakan istilah bahasa yang digunakan sebagai rujukan untuk suatu tindakan ,  lebih tepatnya untuk sebuah tindakan perlindungan finansial untuk perlindungan jiwa, kesehatan, dan properti maupun pendidikan. Penggantian rugi atas kejadianpun merupakan tanggung jawab perusahaan asuransi, dimana melingkup uang jaminan kematian, kebakaran, kerusakan/sakit. Nasabah akan mendapatkan perlakuan yang layak dari perusahaan penjamin dengan syarat yang tidak boleh dilewati yaitu, mendaftarkan diri sebagai peserta dan membayar premi secara rutin.
Sangat banyak manfaat yang didapatkan dari mengikuti jasa asuransi, apalagi jasa asuransi yang diikuti dari perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia, yang memastikan bahwa nasabah akan mendapatkan pelayanan penuh disaat anda sakit yang sangat serius maupun yang sangat fatal sekalipun. Dalam hal penjaminan perlindungan nasabah dengan semaksimal mungkin, hanya perusahaan asuransi terbaik yang sanggup untuk memenuhi itu semua. Layaknya PT Commonwealth Life yang merupakan perusahaan asuransi terbaik Indonesia yang memberikan jaminan seutuhnya bagi nasabah mengingat visi perusahaannya ialah “Menjadi Perusahaan Pelayanan Asuransi Terbaik di Indonesia, yang Terbaik dalam Pelayanan Pelanggan”
Selain menawarkan berbagai produk asuransi, Commonwealth Life selaku penyedia jasa asuransi jiwa terbaik juga menyediakan asuransi yang memberikan perlindungan rawat inap, dan operasi, perlindungan meringankan biaya medis pada waktu yang tepat.
Mengingat bahwa asuransi jiwa sangatlah penting, tidak salah jika kita melindungi diri dan keluarga anda dari hal-hal yang sangat tidak diinginkan. Memilih PT. Commonwealth Life merupakan pilihan terbaik dalam hal menentukan asuransi jiwa sebagai proteksi jiwa anda sekeluarga, melihat commonwealth life merupakan asuransi jiwa terbaik dengan berbagai penghargaan yang dicapainya seperti yang tertulis pada artikel Commonwealth life perusahaan asuransi jiwa terbaik Indonesia (tulisan yang bergaris mohon link kan ke blog aieza-blog.blogspot.com, karena isi artikel ini ada keterkaitan dengan artikel pada blog tersebut). 

Kamis, 15 November 2012

Sheila on 7

Sheila on 7 adalah salah satu grup musik Indonesia yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N' Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.


Berawal dari Adam dan Sakti yang memiliki band bernama "W.H.Y Gank" mengajak Duta ikut latihan band mereka untuk menjadi vokalis. Duta dipilih berbekal cerita Adam bahwa Adam dan Duta merupakan langganan pengisi acara 17 Agustus-an di komplek perumahan mereka, Duta menyanyi dan Adam bermain gitar akustik.
Berbicara mengenai "W.H.Y Gank" saat itu, Adam dan Sakti masih sering bertukar posisi sebagai bassist dan guitarist tergantung dari lagu yang mereka bawakan. Namun kebetulan band yang beranggotakan Adam, Sakti, Duta, dan seorang drummer bernama Agung ini belum sempat mencicipi panggung musik. Mereka baru sebatas latihan di studio, meng-cover version lagu band-band ternama, dan ikut audisi/seleksi untuk bisa tampil di sebuah acara.
Setahun berselang setelah "W.H.Y Gank" sempat vakum beberapa waktu, berkenalanlah mereka dengan Eross (yang nantinya menjadi lead guitar mereka). Mereka berempat kemudian memutuskan untuk memulai sebuah band baru, dan bertemulah mereka dengan Anton sang pemain drum yang dikenalkan oleh Eross pada saat latihan pertama band ini di studio. Setelah latihan pertama selesai inilah mereka memutuskan untuk menamakan band ini dengan nama "Sheilagank", dan menjadikan tanggal 6 Mei 1996 sebagai hari lahir mereka.
"Sheilagank" sempat malang melintang di pensi-pensi dan festival band SMA se-Jateng DIY selama kurang lebih 2 tahun, hingga pertengahan tahun 1998 akhirnya mereka mendapatkan "kontrak rekaman" pertama mereka dengan pihak label Sony Music Entertaintment Indonesia. Mereka kemudian merubah nama band mereka menjadi "Sheila On 7". Nama "Sheilagank" kemudian digunakan sebagai sebutan bagi pendengar setia karya-karya mereka. "Sheila" sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan "temannya Sheila ya ?!", dan Eross pun menjawab "kamu temannya Sheila juga ya ?!", sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Sedangkan "On 7" maksudnya adalah "pada 7 nada yaitu do-re-mi-fa-sol-la-si". Sehingga nama "Sheila On 7" kira-kira artinya adalah teman-temannya "Sheila" yang memainkan 7 nada / memainkan musik.
Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Namun pada tahun 2004, mereka harus berpisah dengan Anton (drummer) dikarenakan tidak disipilin menurut sang manajer. Saat itu kemudian Brian masuk sebagai additional player mengisi posisi drummer yang ditinggalkan Anton. Brian tampil bersama Sheila On 7 di berbagai tour untuk promo album "Pejantan Tangguh". Album The Very Best of Sheila On 7 (2005) menjadi karir rekaman studio pertama Brian bersama Sheila On 7 sebagai additional player.
Pada tahun 2006, Sheila On 7 juga harus berpisah dengan Sakti karena ia mengundurkan diri di tengah-tengah proses rekaman album "507" dikarenakan keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke Pakistan tak dapat dihentikan. Namun pada saat proses rekaman album "507" itu pulalah Sheila On 7 akhirnya mengangkat Brian menjadi drummer tetap Sheila On 7 hingga sekarang.